Latest Post

Tidur Malam dengan Lampu Menyala Ganggu Jam Biologis

Written By Rahmad on Sabtu, 30 Juni 2012 | 00.40





Orang yang suka terjaga sampai larut malam dengan lampu masih menyala bisa menyebabkan malapetaka untuk jam biologis tubuhnya.

Ilmuwan Australia telah menemukan bahwa tidur larut setelah semalaman tersinari lampu dapat menyebabkan jam biologis tubuh atau irama sirkadian tubuh menjadi kacau, sehingga sulit mengimbangi aktifitas kerja yang dmulai pukul 09:00 hingga pukul 17:00.

"Orang yang suka begadang sering merasa sulit tidur dan tidak merasa segar keesokan harinya. Efeknya sama seperti jet lag," kata Profesor Helen Burgess dari Rush University Medical Center di Chicago seperti dikutip dari NineMSN, Minggu (30/10/2011).

Prof Burgess melakukan penelitian pada 10 orang. Para peserta penelitan awalnya diminta tidur pada pukul 22:00 dan bangun pada pukul 07:00 selama seminggu. Setelah bangun, mereka diminta untuk pergi ke luar rumah selama 10 menit untuk mendapat sinar matahari.

Peserta kemudian diminta menaikkan waktu tidurnya hingga pukul 01:00 dan bangun pukul 07:00 selama seminggu sehingga merasa lelah di siang hari. Penelitian kedua mencoba untuk menghilangkan efek kurang tidur dengan membiarkan para peserta tidur di siang hari untuk mengurangi rasa lemasnya.

Tetapi hasil temuannya sama saja. Ketika peserta terkena cahaya waktu terjaga sampai larut malam, mereka cenderung memiliki gangguan tidur dan merasa kurang fit pada hari berikutnya.

"Pergeseran jam biologis tubuh menjadi lebih larut artinya tidak tidur di jam sirkadian terbaik yang dapat diperoleh. Terjaga di malam hari dengan semua lampu menyala akan mengirim sinyal seperti halnya siang hari kepada jam biologis," katanya.

Dia menambahkan bahwa jika seseorang kemudian mematikan lampu ketika tidur, hal itu akan menyebabkan tubuh menjadi lebih santai dan menyesuaikan diri dengan irama sirkadian kembali.

Prof Burgess mengatakan menegaskan bahwa paparan cahaya di malam hari perannya sama penting dalam pengaturan jam tubuh akibat paparan sinar matahari pagi. Para ilmuwan yakin bahwa cahaya pagi membantu mengatur ulang otak setiap hari dan mengatur kerja hormonal untuk menjaga fungsi tubuh, termasuk saat makan dan tidur.

Dia kemudian menerangkan bahwa rahasia menjaga jam tubuh tetap teratur dan menghindari perasaan kurang fit di pagi hari adalah dengan mematikan atau meredupkan lampu di malam hari dan mengatur waktu tidur.

"Dan jika harus terjaga sampai larut pada akhir pekan, cahaya pagi benar-benar baik untuk tubuh," pungkasnya.

Bahaya Tidur Dengan Kipas Angin

Written By Rahmad on Jumat, 29 Juni 2012 | 23.14

Mungkin beberapa dari kita tidak bisa tidur tanpa menyalakan kipas angin atau AC, apalagi saat cuaca panas walau pun pada malam hari. Tahukah Anda, bahwa ternyata kebiasaan tersebut sangat berbahaya.


Hal ini akan menimbulkan risiko yang lebih tinggi jika terjadi pada orang tua dan orang yang memiliki masalah terhadap pernapasan.

Jika tubuh terkena kipas listrik atau AC terlalu lama akan menyebabkan tubuh kehilangan air dan hipotermia. Selain itu juga dapat menyebabkan kematian akibat peningkatan kejenuhan konsentrasi karbon dioksida dan penurunan konsentrasi oksigen.

Dari tahun 2003-2005, ada sebanyak 20 kasus kematian yang terjadi akibat menyalakan kipas listrik dan AC pada saat tidur. Meski ada dugaan lain dari kalangan medis, bahwa kasus kematian yang dilaporkan tersebut memiliki penyebab lain, seperti minum yang berlebihan atau kondisi jantung tidak terdiagnosis.

Di Korea Selatan ada sebuah kepercayaan yang menyebar luas di kalangan masyarakatnya tentang "kipas kematian" yaitu bahaya yang akan terjadi jika tidur di ruang tertutup dengan menyalakan kipas angin listrik.

Oleh karena itu, kebanyakan kipas angin di Korea Selatan dilengkapi dengan timer sehingga kipas tidak akan menyala sepanjang malam. Kepercayaan tersebut merupakan masalah yang cukup besar sehingga Korean Consumer Protection Board pada tahun 2006 mengeluarkan pernyataan mengenai penggunaan kipas angin ketika tidur, seperti dilansir dari theatlantic.

Tips :
Untuk mencegah sesak napas karena membiarkan kipas angin dan AC menyala sepanjang malam, setel timer 15-30 menit saat mulai beranjak tidur. Selain itu arah angin pada kipas harus diputar agar angin yang menarah ke tubuh kita tidak terlalu besar.

Kalau memang bisa tidur karena terlalu gerah, menyalakan kipas angin dengan keadaan pintu kamar yang dibiarkan terbuka. Tujuannya adalah untuk menghindari kejenuhan karbondioksida dalam ruangan dan sirkulasi udara dapat berfungsi dengan baik.


Semoga bermanfaat ...
Diberdayakan oleh Blogger.